Spring Break !
Sunday, March 20th, 2005

Saya dapat resep ini dari teman Korea, Jeong Hee yang memang suka coba-coba buat menu sendiri. Menu ini gampang, bahannya mudah didapat dan rasanya juga yang pasti enak. Hm… yummy…
Resep Banana Walnut Muffin
Bahan :
Perangkat :
Cara membuat :
Untuk 24 buah
Hari rabu kemarin sehabis pulang dari library saya diajak Jeong Hee, teman dari Korea yang tinggal diatas apartemen kita, untuk main ke tempatnya. Soalnya hari itu dia kedatangan tamu yang merupakan communication partnernya. Jeong Hee sendiri sudah sebulan ini mengadakan pertemuan dengannya. Apa sih communication partner itu?
Menurut Jeong Hee, communication partner itu teman berbicara dalam bahasa Inggris. Dengannya, kita dapat melatih dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris kita. Communication partner itu seorang Amerika, Sherri namanya. Dia ibu rumah tangga biasa yang bersedia mengadakan pertemuan seminggu sekali tanpa bayar alias free ! Hebat ya, tanpa pamrih gitu.
Sekali pertemuan selama 2 jam kita tidak dilatih bahasa Inggris secara langsung seperti disekolahan, melainkan kita berbincang-bincang. Memang jadinya yang lebih banyak berbicara ya kita, tapi itu khan yang dituju :). Yang dibicarakan ya apa saja seperti soal anak, perbedaan budaya, dll. Memang sih akhirnya seperti ngobrol saja. Tapi ya bagus karena kita bisa berbahasa Inggris dengan orang Amerika langsung.
Selama ini saya kan di rumah terus, jadi tidak ada kesempatan untuk berbicara bahasa Inggris. Namanya jarang diasah kan kalau sekalinya berbicara kadang kagok gitu. Yah, nasib ibu rumah tangga… hehehe… Nggak ding, saya seneng kok di rumah. Lalu kalaupun ada kesempatan berbicara, ya paling ngobrol dengan Jeong Hee atau yang lainnya yang bukan orang Amrik. Jadinya nggak ada yang mengkoreksi deh.
Ternyata selain kita berbincang-bincang Jeong Hee juga berlatih menulis dalam bahasa Inggris terus dikoreksi Sherri. Wuih, asyik ya. Jeong Hee mengajak saya untuk ikut seterusnya program communication partner ini. Ya tentu saja saya mau. Gimana nggak coba? Wong sudah belajar bahasa Inggris gratis, didatengi pula. Beruntung kan namanya?
Untuk minggu depan katanya Sherri mau ajak kita jalan-jalan keliling kampus naik bis, sekalian ajak anak-anaknya. Oh ya, Sherri punya 2 anak, Nathan 5 tahun dan Heather 3 tahun. Jadi kita nanti perginya rombongan gitu. hehehe. Pasti rame deh.
Ya, insyaAllah dengan adanya communication partner ini saya bisa lebih lancar lagi berbahasa Inggris. Ya itung-itung jadi modal kalau meneruskan sekolah nanti. Ini kalau ada rezeki lho…:) Doakan ya…
Rendang ini termasuk makanan favorit mas Dadit. Selain rasanya nikmat, masakan ini juga tahan lama disimpan di dalam freezer.
Resep Rendang
Bahan :
Bumbu halus :
Cara membuat :
Sudah dua bulan ini Fasha ikut Book Baby setiap hari rabu pagi yang diadakan oleh Madison Public Library Sequoya Branch. Kebetulan library itu dekat dengan rumah, sekitar 10 menit jaraknya. Saya dan Fasha diajak tetangga atas apartemen dari Korea yang memiliki anak laki-laki seusia Fasha. Jadinya ada barengan deh.
Book Baby itu diperuntukan bayi dan toddler usia 0-18 bulan. Kegiatan dalam book baby selain mendengarkan cerita juga ada menyanyi bersama. Meski cuma 15 menit tapi sangat bermanfaat lho. Fasha bisa ketemu teman-teman seusianya yang lucu-lucu dan menggemaskan.
Setelah mengikuti program Book baby itu Fasha jadi makin sering minta buka-buka buku. Kalau dulu setiap saya ajak baca, bukannya bukunya dilihat-lihat, eh… malah dimasukkan mulut. hehehe…
Sekarang Fasha sudah bisa tenang kalau dibacakan buku. Ya, alhamdulillah…
Salut juga saya dengan public library disini. Mereka dengan gratis mengadakan acara rutin seperti book baby, todler baby, preschool baby, dll. dan juga kita merasa betah kalau berada di library ini. Librarynya luas, ada tempat khusus bermain anak-anak, ada tempat untuk ber-internet dan ternyata library disini meminjamkan DVD, video, kaset musik, VCD, dan piringan hitam jaman dulu itu lho…Wuih, komplit ya…
Setiap summer atau masa liburan anak-anak sekolah mendapat promosi. Promosinya itu setiap mereka meminjam dan membaca 5 buah buku apa saja akan mendapat satu kupon belanja di tempat tertentu seperti Borders (toko Buku), Chuck e cheese’s (fast food dan play room), dll. Maka dari itu mereka berlomba-lomba meminjam buku sebanyak-banyaknya supaya mendapat kupon yang banyak. Asyik khan…:)
Mungkin karena sejak dini mereka sudah diajak membaca ya salah satunya lewat program yang diadakan library ya anak-anak disini itu gemar membaca. Hebat ya…
Olahan udang yang satu ini mudah membuatnya. Dengan rasa yang pedas masakan ini lebih enak dinikmati dengan nasi hangat. Hm….sedap…
Sambal Udang Petai
Bahan :
Bumbu halus :
Cara membuat :
Untuk 4 orang
Untungnya sudah dua hari ini cuaca bersahabat. Hari ini menurut weathercast itu broken clouds, jadi cuacanya seperti mendung. Kemarin sunny, suhu sekitar 30 F.Jadi enak sebenarnya untuk jalan-jalan. Salju di jalan dan di tanah sudah mulai berkurang. Tapi kemarin karena mas Dadit ada paper yang harus ditumpuk hari senin ini ya kita menghabiskan hari minggu di rumah saja.
Karena sering di rumah, kayaknya Fasha bosen juga. Makanya Fasha sering manjat-manjat heater terus digunakan sebagai pijakan untuk melongok ke jendela. Kasihan deh kamu, nak nggak bisa pergi-pergi. Fasha seneng kalau lihat anak-anak main diluar. Sepertinya dia ingin ikut bergabung juga.
Maka dari itu kemarin sore saya ajak jalan-jalan ke playground dekat rumah. Yah… mumpung cuaca sedang bagus. Playgroundnya sendiri dekat sekali dari rumah, mungkin sekitar 150 m jaraknya. Jadi dari rumah saja sudah kelihatan. apalagi di playground itu terdapat picnic area. Jadi sering dipakai orang untuk kumpul-kumpul kalau lagi cuaca bagus. Biasanya sih pas summer ramainya. Kalau memang sedang ramai orang atau anak-anak main di playground, wah… suaranya sampai kedengaran lho di rumah… Ya alhamdulillah kita mendapat lokasi apartemen yang strategis. Selain dekat dengan playground, juga dekat dengan community center tempat Fasha insyaallah akan bersekolah nanti.
Di playground kemarin hanya ada 1 anak perempuan dan ibunya sedang main di ayunan besar. Playground itu sendiri memiliki 2 set playground yang satu untuk anak yang lebih besar, yang lain untuk anak yang mungkin seusia Fasha. Fasha tadinya mau main di playground yang besar karena ada anak yang sedang main. Fasha itu senang kalau ada temannya. tapi saya tidak membolehkan, karena bahaya Fasha belum cukup umur.
Akhirnya Fasha main di perosotan yang kecil, wah… Fasha senang sekali, malah minta terus-terusan. Karena udara mulai berangin, ya maaf ya nak… mainnya lain kali lagi
Fasha is a handful kid. Setiap waktu ada saja yang dikerjakannya. Fasha baru bisa tenang kalau sudah tidur. hehehe… Kita harus selalu memperhatikan Fasha, karena kadang-kadang kalau kita tinggal sebentar Fasha sudah melakukan sesuatu yang membuat kita ngeri.
Seperti sekarang ini Fasha senang manjat-manjat. Barang-barang yang bagi dia bisa untuk dipakai memanjat ya dipakai. Boks mainan, humidifier, boks untuk sarung tangan dan topi winter, perosotan dan beberapa mainannya yang dirasa memungkinkan ya dipakai untuk memanjat. Fasha pakai barang-barang itu sebagai pijakan supaya bisa melihat barang apa aja sih yang ada di meja. Setelah itu Fasha ambil gelas, sendok, garpu atau apa aja yang menarik baginya. Yang kita takutkan Fasha itu ambil barang-barang terus dijatuhkan. Itu kan bahaya…. Maka dari itu kita kalau menaruh barang-barang di atas meja tidak pernah ditepi, karena Fasha bisa dengan mudah mengambil.
Pernah suatu waktu mas Dadit mengerjakan tugas pakai laptop di meja makan. Padahal laptopnya sudah ditaruh di tengah meja supaya Fasha tidak bisa meraih. Ternyata Fasha lihat laptop itu terus langsung dorong-dorong boks mainannya yang berat itu dan dipakai jadi pijakan. Terus tangannya mulai deh pencet-pencet keyboard laptopnya. Ya ampun…. Saya sama mas Dadit sampai heran melihatnya. Kok bisa sih nak….
Sekarang ada hobi barunya Fasha. Menyalakan lampu. Dulu Fasha selalu minta gendong untuk menyalakan menyalakan lampu. Sekarang dengan bantuan boks mainan sebagai pijakan, klik… nyala deh lampunya
hehehe….
Mungkin juga karena sering kita setelkan DVD atau video, maka Fasha sekarang sudah bisa memasukkan disc ke dalam DVD player atau kaset video ke playernya. Tapi Fasha sering melakukan itu berulang-ulang, jadinya kan takut rusak. Jadinya setiap tidak dipakai, saluran listriknya dimatikan.
Juga sekarang Fasha sudah bisa membuka tutup botol ulir. Beberapa obat yang botolnya ulir bisa dibuka Fasha. Kok bisa botol obat di tangan Fasha? Ya itu, Fasha pakai boks mainan sebagai pijakan terus ambil botolnya di atas meja. Aduh nak…
Fasha juga sering mampir ke tempat sampah dan tangannya buka-buka tempat sampah. Kan kotor jadinya. Akhirnya kita pagari tempat sampahnya dengan kursi makan yang sudah ditumpuk jadi satu. Kok kursi makan sih? Ya selain untuk pagar tempat sampah, juga kursi itu sering dipakai panjatan Fasha. Kalau kita taruh kursi itu di tempat yang selayaknya wah…. langsung deh Fasha naik ke atas meja.
Sekarang kita belajar memanfaatkan keingintahuan Fasha. Caranya daripada Fasha mampir ke tempat sampah dan ubek-ubek isinya, akhirnya kita ajari Fasha untuk membuang sampah ke tempat sampah…. dan alhamdulillah berhasil. Good job, Fasha ! Jadinya setiap kita minta tolong buang sampah sambil menunjuk ke tempat sampah, langsung deh Fasha buang ke tempatnya. Cihuy…:)
Menu masakan ini dibuat dalam rangka memanfaatkan bahan-bahan makanan di kulkas. Sederhana dan gampang buatnya. Cocok disajikan hangat-hangat saat udara dingin. Nyam…nyam…nyam…
Fasha dan mas Dadit senang sekali makan Lumpia sayur ini. Fasha kalau makan habis 1 buah. Mas Dadit sih maunya nambah terus. hehehe….
Lumpia Sayur
Bahan :
Pelengkap :
Cara membuat :
Untuk 8 buah
Sudah dua hari ini salju turun terus. Suhunya sih tidak seberapa dingin, sekitar 20-30 F. Tapi karena disertai angin ya tetap dingin juga. Padahal week end kemarin suhunya 54 F. Sunny, jadinya sudah seperti spring. Di jalan dan tanah sudah tidak ada salju. Mobil-mobil di jalan banyak yang membuka sunroofnya.
Kalau salju begini jadinya malas keluar rumah. Berhubung sudah janji akan datang ke acara Indonesian Study Club di apartmentnya Sisco dan Jessica ya mau nggak mau harus datang dong. Apalagi saya sudah buat makanan untuk dibawa ke acara nanti.
Indonesian Study Club itu dibuat oleh mahasiswa bahasa Indonesia sebagai ajang untuk diskusi, presentasi dan yang paling asyik itu nonton film Indonesia :). Asisten-asisten bahasa Indonesia juga diundang. Karena mas Dadit asisten juga ya kita dateng deh.
Indonesian Study Club malam ini untuk yang pertama kalinya. Acaranya perkenalan club, makan malam dan nonton film Indonesia. Horee…. !
Untuk makan malam sih sebenarnya kita tidak usah bawa makanan. Kalau dalam undangan disebut "potluck" ya kita bawa makanan. Kalau tidak ada tulisan "potluck" ya tidak usah bawa makanan. Tapi sering kita atau teman-teman lainnya kalau datang ke acara-acara membawa makanan, dengan atau tanpa embel-embel "potluck". Apalagi kita kan juga ikutan makan..:)
Berhubung ini acara Indonesian Study Club, ya saya bawa makanan tradisional Indonesia. Kebetulan kita belum belanja dan di dapur masih ada tepung ketan, kelapa parut dan gula jawa ya buat kelepon saja. Berdasarkan pengalaman waktu Idul Fitri dulu saya juga bawa kelepon langsung habis. Cieile… geer nih
Alhamdulillah kali ini keleponnya juga laku :). Malah beberapa teman bertanya cara buatnya. Setelah saya beritahu malah bilang sulit. Ya bukannya sulit, tapi lama sih…Teman-teman yang lain ada yang bawa bola-bola daging, mihun goreng, perkedel jagung dan kue lapis legit. Semua makanannya habis tak bersisa ! Wuih, pada kelaperan sih. Dingin-dingin jadinya bawaannya laper mulu nih.
Sambil makan kita nonton film Arisan ! Seru deh. Tapi mahasiswa bahasa Indonesia kurang mengarti percakapannya. Selain karena mengunakan bahasa anak muda Jakarta juga dialognya cepat.
Oh ya, Fasha seperti biasa mengeksplorasi rumah. Maksudnya keliling-keliling dan nggak bisa diem. Beberapa kali Fasha mampir ke meja makan. Padahal kan Fasha sudah makan malam di rumah. Memang setiap kita mau keluar malam, pasti Fasha sudah makan malam terlebih dahulu. Supaya kenyang dan kita tidak perlu repot memikirkan makannya.
Karena beberapa kali mampir ke meja makan, ya kita beri mihun goreng. Untung ya ada yang bawa mie. Fasha makan sendiri sambil duduk di lantai (karpet). Garpu dan tangan kirinya ikutan masuk ke mulut. Hehehe. Makannya habis pula. Wah….:)
Kita pulang jam 9.45 malam. Memang sih sudah lewat dari jam tidurnya Fasha sekitar jam 9-an. Mungkin di tempat acara rame jadinya Fasha nggak bisa tidur. Akhirnya dalam perjalanan pulang baru deh Fasha tidur. Capek ya, nak….:)